TANGERANG- Warga Perumahan Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Kota
Tangerang membutuhkan tambahan pompa untuk menyedot air banjir yang
sudah lebih sepekan menggenang di perumahan ini. Satkorlak kebingungan
membuang air yang masih menggenang.
"Kami masih bingung harus
kemana membuang air yang berada di sini pasalnya di lokasi ini tidak ada
saluran air. Perbedaanya bila di Total Persada, pembuangan bisa
langsung ke Kali Sabi, bila Perumahan Mutiara Pluit itu tidak ada,” kata
Kamaludin, salah seorang tim dari Satkorlak Kota Tangerang.
Dikatakan
Kamal saat ini pihaknya sudah memaksimalkan mobil unit damkar untuk
membantu menyedot air, tapi dengan metode ini ia memastikan prosesnya
akan lama apabila tidak terbantu terik matahari.
Perumahan
Mutiara Pluit, ungkap Kamal, bisa dikatakan kontur tanahnya mirip dengan
mangkok atau baskom. “Air tidak akan kemana-mana. Satu-satunya jalan,
kami membuangnya ke jalan utama perumahan yang lebih tinggi. Untuk titik
banjir yang satu ini paling sulit diatasi, pasalnya tidak ada tempat
pembuangan," tuturnya.
Sementara itu, Edo Suroso, Kepala RW 08,
Perumahan Mutiara Pluit, Periuk, Kota Tangerang mengatakan bahwa untuk
di perumahan ini masih ada lima RT di RW 08 yang terendam banjir sedalam
satu meter. Dan sekurangnya ratusan warga dari 80 kepala keluarga (kk)
masih mengungsi di posko pengungsian.
"Perumahan kami ini
benar-benar mirip baskom ataupun mangkok, perumahan dikelilingi kali dan
Situ Bulakan. Jadi air yang masuk ya tidak bisa kemana-mana kecuali
disedot dengan pompa-pompa air," ucapnya.
Hingga saat ini dari
lima pompa yang dimiliki warga hanya tiga pompa yang aktif. Akibatnya,
air pun lambat untuk dikeluarkan oleh pompa tersebut. "Kami berharap
pemerintah segera memberikan solusi. Kalau menunggu tiga pompa yang
difungsikan bisa bisa sampai akhir bulan baru surut," tegasnya.Ciutkan pos ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar